HIDUP MANUSIA ITU METAFISIK

HIDUP MANUSIA ITU METAFISIK

Oleh 

Yusinta Dwi Ariyani

Universitas Alma Ata

Hidup manusia itu metafisik. Setelah yang ada akan ada yang ada lagi dan tidak akan selesai. Maju tidak selesai dan mundur tidak selesai, karena manusia tidaklah sempurna. Manusia itu tidak sempurna supaya ia tetap bisa hidup, karena jika manusia itu sempurna ia tidak bisa hidup. Jadi, manusia itu sempurna dalam ketidaksempurnaan dan tidak sempurna dalam kesempurnaan. Seperti contoh jika kita diberi kesempurnaan indera penglihatan. Kita bisa melihat semua yang terjadi di dunia ini atau misal kita diberi kesempurnaan dalam indera pendengaran, kita bisa mendengar suara apapun seperti suara binatang dan lain sebagainya. Mungkin dengan kesempurnaan itu kita malah menjadi sangat terganggu. Oleh karena itu dikatakan jika manusia itu sempurna ia tidak bisa bertahan hidup.

Awal dari segala macam kegiatan sifat manusia itu ada 2 hal yaitu fatal dan vital. Fatal artinya terpilih. Terpilih itu adalah takdir. Contohnya, saya milih sebuah benda yaitu berwarna putih. Hal itu dikatakan takdir karena sudah terjadi. Vital artinya memilih. Memilih itu adalah ikhtiar. Pikiran manusia tidak mampu mengetahui Kebenaran Fatal, melainkan dengan hatinya, karena sebenar benar Kebenaran Fatal adalah takdir Tuhan. Sedangkan Kebenaran Vital atau Kebenaran Potensi adalah ikhtiar manusia, mengawali atau mengikuti takdirnya. Di situlah muncul metafisik, artinya sifat dibalik sifat, sifat mendahului sifat, sifat mengikuti sifat, sifat mempunyai sifat. Sebenar-benarnya manusia adalah sifat mempunyai sifat. Hal ini dapat digambarkan seperti bagan berikut ini:

Takdir (Fatal)  Tetap  Idealism  Absolutism   Spiritualism Kuasa Tuhan

Ikhtiar (Vital)  Berubah  Realism  Persepsi  Animal

Fatal bersifat idealism. Jika idealism maka absolutsm, spiritualism, kuasa tuhan/kausa prima (sebab dari segala sebab). Jika di Fatal itu definisitketetapan awal atau asumsiYang tetap, yang fatal, yang terpilih itu jalannyalogika/logism. Logicism itu berlaku coherentism. Selanjutnya Analitik (ibu)  konsisten  aksioma  theorema (Fatal itu dewanya, sedangkan vital itu daksa) aturan (hukum). Hukum yang tertinggi adalah kuasa Tuhan. Fatal bersifat normal. Apriori itu adalah paham sebelum melihat (dewasa ada di level Apriori)  rasionalism. Jika dibagian Fatal dinamakan Permenidesianism, sedangkan Vital dinamakan Heraclitosianism. Aliran Permendenidesianisms berpendapat bahwa segala sesuatu bersifat  tetap. Aliran Heraclitosianism berpendapat bahwa segala sesuatu itu berubah. Hukum tetapadalah A sama dengan A. Tetap bersifat hukum identitas. Identitas bersifat tautologis. Filsafat monoism yakni percaya bahwa Tuhan Esa satu Sedangkan vital bersifat realism, materialism. Contoh dari materialism adalah bendalism. Vital itu contoh. Dalam fatal hukum alam  Coresphondentiremtism. Apa yang bercoresphondensi? Realita, fakta dan persepsi Sintetik. Vital bersifat material. A posteriori (hewan/benda dan anak-anak ada di level A posteriori). Pengetahuan manusia berdasarkan pengalaman dari fenomena 1 ke fenomena berikutnya, kemudian munculah empiricism.  Hukum berubah adalah A tidak sama dengan A. Berubah bersifat hukum kontradiksi. Kontradiksi bersifat Novelty (pembaharuan). Vital bersifat Jamak atau pluralism. Pancasila itu adalah monodualismeKompromi dari A=A dan A tidak sama dengan A adalah A= A+1.

Tokoh rasionalism dan scepticism adalah R. Descartes. R. Descartes meragukan keberadaan Tuhan. Menurut R. Descartes bahwa sebenar-benarnya ilmu haruslah berdasar rasionalism. Kemudian di tentang oleh empiricism yang tokohnya adalah David Hume. Menurut David Hume sebenar-benarnya ilmu harus berdasarkan pengetahuan. Muncullah juru tengah antara teori Descartes dan David Hume yaitu tokoh yang bernama Imanuel Khan (1671). Imanuel Khan sependapat dengan pendapat R. Descartes bahwa ilmu itu memang harus A Priori.  Imanuel Kant juga sependapat dengan pendapat David Hume bahwa ilmu itu harus sintetik. Jika ilmu hanya logicism saja, tidak akan memperoleh apa-apa, tidak akan ada perkembangan dunia. Maka sebaik-baiknya ilmu menurut Imanuel Kant adalah perkawinan antara langit (Apriori) dan bumi (Sintetik). Kemudian munculah yang disebut dengan zaman modern. Zaman modern dalam filsafat muncul ketika ada pertempuran antara R. Descartes dan Dabid Hume. Kemudian munculah tokoh yang bernama Auguste Compte (1798-1857) yang mengatakan bahwa agama tidak bisa dipakai untuk membangun dunia karena tidak logis. Dalam bukunya tentang positivism. Agama  metafosil  positif.  Hal ini berawal lahirnya positivisme. 

Positivisme Comte telah mengabaikan dua tahap pemikiran lain sebelumnya yang disusun Comte sendiri, yaitu tahap teologis dan metafisis. Positivisme menganggap pengetahuan mengenai fakta objektif sebagai pengetahuan yang sahih. Positivisme menegaskan pengetahuan yang melampaui fakta, yakni dengan mengakhiri riwayat ontologi atau metafisika, karena ontologi menelaah apa yang melampaui fakta inderawi. (Hardiman, 1990:22).

Sejarah perkembangan filsafat modern filsafat positivisme berpengaruh penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan, terutama ilmu-ilmu alam. Pada abad 1920-an, filsafat positivisme Comte tersebut mengalami perkembangan dramatis terutama dengan hadirnya kaum positivis logis, khususnya di dalam Lingkungan Wina (Vienna Circle). (Edwards, 1967:52) Kaum positivis logis memusatkan diri pada bahasa dan makna. (Velasque, 1999:203)

Melihat struktur dunia saat ini (kehidupan Contemporer) yaitu: Rachaic (manusia batu)  Tribal (Pedalaman) Tradisional  Feudal  Modern  Pos Modern (Power Now). Struktur dunia di back up oleh capitalism materialism  pragmatism  lutilitarian  liberalism.  Sedangkan di Indonesia sila ke 1  sila ke 2  sila ke 3  sila ke 4  sila ke 5. Di tatanan dunia saja, kita mau belajar hidup secara kontemporer, sekarang muncul tekanan baru yang berkuasa di dunia saat ini yaitu gerakan Trumbism yang tidak mengakui semua itu, mereka merasa sudah kuat kaya dan makmur. Gerakan Trumbism lebih mengutamakan Amerika, sehingga perjanjian-perjanjian dunia tidak diakui, Asia Pasific. Namun ada penyeimbangnya (counterpark) yaitu Rusia. Hal tersebut adalah psikologi yang kuasa. Sehingga zaman sekarang ini, manusia seperti ikan asin di lautan jika kita tidak mengerti. 

Kecerdasan filsafat adalah paham ruang dan waktu. Ruang itu waktu. Karena tidak ada ruang tanpa waktu atau tidak ada waktu tanpa ruang. Tiadalah ada suatu ruang  tanpa waktu. Tiadalah suatu waktu tanpa ruang. Kita mampu memahami ruang hanyalah menggunakan waktu, demikian sebaliknya. Inilah intuisi genusitas manusia, sebenar benar hidup manusia itu adalah dalam ruang dan waktu. Jika dihilangkan satu saja, ruang atau waktu, jangankan manusia, maka semesta alam akan menjadi kiamat. Jadi bagi Tuhan mudah saja untuk bikin kiamat, hilangkan satu atau dua ruang dan waktu. Jika bingung, dapat diterangkan dengan Kebenaran Makam. Kebenaran Mitos, misal anak kecil tidak boleh duduk di tengah pintu; tetapi serta merta dipatahkan dengan Kebenaran Makam, ketika Ayahnya duduk ditengah pintu dengan tujuan ingin memperbaiki pintu. Puncak epistemologi adalah dibangunnya struktur kebenaran oleh Immanuel Kant yang mendalilkan bahwa solusi kebenaran urusan pikiran dan hidup manusia di dunia adalah jawaban dari Kebenaran Kontradiktif yang berjalan sesuai Ruang dan Waktunya.

Jadi berbahaya jika berfilsafat tetapi salah ruang. Mempelajari filsafat itu harus komprehensif dan holistic tidak boleh setengah-setengah/ sepenggal/parsial. Jadi harus banyak membaca. Kebanyakan orang menjadi bermasalah dan menjadi masalah untuk orang lain karena mengasah hukum dunianya atau bahasa dunianya. Maka alat yang digunakan di filsafat adalah analogi. Tetapi batas dari filsafat itu sendiri adalah spiritualitas. Maka dikatakan sebenar-benarnya filsafat adalah diri kita masing-masing. 

 

REFERENSI PENDUKUNG TULISAN DI ATAS

1.     Velasquez, Manuel, 1999. Philosophy: A Text with Readings. Belmont: Wadsworth

Publishing Co.

2.     Edwards, Paul. 1967. The Encyclopedia of Philosophy, Vol. Five. New York, London: Macmillan Publishing Co. Inc. dan The Free Press.

3.     Francisco Budi Hardiman. 1990. Kritik Ideologi: Pertautan Pengetahuan dan Kepentingan. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

 

0 komentar:

Posting Komentar

Contact

Talk to us

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Dolores iusto fugit esse soluta quae debitis quibusdam harum voluptatem, maxime, aliquam sequi. Tempora ipsum magni unde velit corporis fuga, necessitatibus blanditiis.

Address:

Jl. Brawijaya No.99, Jadan, Tamantirto, Kec. Kasihan, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55183 C

Work Time:

Monday - Friday from 8am to 5pm

Phone:

(0274) 4342288

Yusinta Dwi Ariyani Filsafat

Diberdayakan oleh Blogger.

REFERENSI MATA KULIAH FILSAFAT PENDIDIKAN

 REFERENSI MATA KULIAH FILSAFAT PENDIDIKAN Oleh Yusinta Dwi Ariyani Universitas Alma Ata Royce's, J., 1892, The Spirit of Modern Philoso...